Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Komik Tiger Wong Sang Primadona Masa Lalu

ktw

Komik Tiger Wong sang penomenal dari kisah penuh inspiratif masa lalu.

JejakTerkini - Pernah mendapat popularitas sekitar tahun 90-an hingga awal 2000-an dimana menjadi primadona dikalangan anak muda kala itu.

Berjudul asli "Oriental Heroes" adalah manhua tentang dunia persilatan antara perseteruan dua aliran putih dan hitam "Jahat."

Dibuat oleh komikus kenamaan asal Hongkong Wong Yuk-long atau yang lebih akrab sebagai "Tony Wong."

Dirilis ke-publik pada dekade 80-an berjudul Little Rascals (Siau Lau Man) oleh Jade Dinasty. Kemudian, beberapa kali berganti nama.

Sedangkan, masuk ke Indonesia pertengahan tahun 1990 dibawah naungan Remaja Hai dalam format majalah.

Sebelum Manga dikenal banyak orang, sebaliknya cerita silat inilah yang lebih dahulu mengenyam kesuksesan ditanah air.

Ya, mungkin karena alasan: gambarnya didesain penuh warna "Full color" dan sangat realistis sehingga nyaman untuk dibaca.

Juga, plotnya enak diikuti, tapi paling asyik adalah adegan perkelahiannya itu lho sungguh dahsyat. Sampai-sampai terbawa mimpi, yeah.

Nah sekarang, Admin akan mengajak Anda menerobos mesin waktu ke dua dekade silam untuk mengenang sejenak kisah heroik yang penomenal ini.

Story

Komik Tiger Wong merupakan tempat berkumpulnya para pendekar berilmu tinggi. Pergumulan 3 kelompok besar, teratai putih diketuai oleh Infinite White.

Sedangkan, merah dipimpin Barbarian dan hitam atau dikenal dengan sebutan "Pemuja sejagat" dikomandoi Supreme muda.

Cerita bermula ketika Tiger bertandang ke negeri gajah putih "Thailand" dalam upayanya menemukan pembunuh saudaranya Little Dragon.

Chan Ou-wan yang menurut rumor bersembunyi disana telah mendapat perlindungan dari kelompok hitam (Notabene diisi jajaran pesilat tangguh).

Tak ayal, membuatnya agak kerepotan juga untuk meringkus Chan, karena harus berhadapan melawan personel dari segala arah (Pasukan bersenjata dan pendekar andal).

Namun, jagoan kita tidak gentar sedikitpun saat melayani pertarungan demi pertarungan bermodal kungfu "Sembilan matahari."

Jurus pamungkas ini menitik beratkan pada kecepatan + kekuatan di kedua belah kaki yang mampu berkelebat seperti layaknya seekor naga.

Roarrr...seketika musuh kroco langsung terkapar tidak bernyawa lagi, dengan dada remuk atau tulang patah.

Namun sehebat apapun jurus tersebut, akhirnya sang pemilik kalah juga karena dikeroyok oleh banyak lawan. Bahkan, pada kenyataannya dia dijebloskan ke dalam penjara.

Tak ingin melihat temannya mendapat perlakuan tidak adil di negeri orang, beberapa kawan dekat segera menyusul secara diam-diam ke Thailand. Gold Dragon, Guy, Ming, Baldie, dll.

Langkah awal, bagaimana membebaskannya dari penjara, lalu berjuang bersama-sama memerangi kelompok terorganisir tersebut.

Dibantu sejumlah rekan dari kubu putih lain, mereka terlibat konflik besar bukan hanya dengan hitam, melainkan juga merah dibawah pucuk pimpinan Barbarian.

Fiksi dan Realita

Komik Tiger Wong menjadi mega hits berkat sentuhan tangan Tony yang jeli mengkombinasikan antara pengembangan karakter dengan plot cerita itu sendiri.

Mengilustrasikan karya seni sedemikian rupa, penuh imajinasi menembus batas akal sehat manusia.

Hampir seluruh episode melibatkan duel sengit, para tokoh silih berganti mengeluarkan ajian kanuragan mereka masing-masing.

Disini kita menyaksikan bahwa nuansa fiksi begitu kental, jual beli pukulan yang digambarkan seakan menerobos lintas dimensi.

Debu-debu berterbangan, daunan berguguran, hembusan angit maut menyelinap masuk tanpa diundang disela panasnya laga.

Arrows...Barbarian segera merapal "Sengatan Listrik Purba," Supreme mengandalkan jurus leluhur "Pembuka Surga Hin Yuen," atau Infinitive White punya "Penantang Fuu Hyee."

Juga, Baju Besi Emas + Cakar Peremuk Tulang milik Gold Dragon, hingga Guy dengan tapak-tapak sucinya.

Setiap mau bertarung, mereka kerap kali merobek pakaian menggunakan tenaga dalam. Agak aneh sih, tapi disitulah letak daya tarik serial ini.

Selain fiksi, Pengarang merangkai alur mengikuti kehidupan nyata. Sebut saja, ada intrik, bara kesumat, pengkhianatan, rasa persaudaraan, sampai bumbu-bumbu asmara.

Ending Menggantung

Merunut akhir cerita, beberapa tokoh baru pun bermunculan seperti Supreme Iron (Ayahnya Supreme), serta sosok penomenal "Kakek Tua."

Seorang master pedang yang kebal terhadap segala jenis racun. Bahkan, dia mengklaim dirinya "Sang Tiada Tanding," faktanya memang demikian.

Sayangnya, Komik Tiger Wong versi Indonesia hanya berkisar nomor 96, kisahnya harus putus ditengah jalan.

Ya ngegantung gitu endingnya, kesel bercampur sebel jadinya, tapi apa boleh buat.

Entah kenapa pihak penerbit tidak melanjutkan? Mungkin karena telah habis kontrak? Atau sudah tak menarik? I don't know.

Satu hal yang jelas, ini menjadi misteri hingga sekarang dan terlepas semua itu, Tiger cs pernah menghiasi masa anak-anak tahun 90-an melalui aksi-aksi menawan.

Penutup

Sekali lagi, si Tony berhasil menciptakan karakter, kreativitas unik, sekaligus plot yang membangkitkan emosi jauh ke dalam dunia berbeda.

Sehingga membuat para pembaca tetap merasa seperti bermimpi ketika mereka menutup lembaran terakhir buku cerita.